Kemarin, untuk pertama kalinya dalam hidup, gue pergi naik transportasi yang lagi booming di Indonesia: CommuterLine atau bahasa kitanya Kereta Api Listrik (KRL). Gue akhirnya memutuskan naik KRL ke kampus karena biasanya naik BUS, tapi karena dari beita yang beredar jalanan lagi macet parah, bahkan sangat parah garagara banjir dimana-mana , jadilah akhirnya gue naik KRL. Dan disini, gue dapet banyak pelajaran baru, banyak hal yang baru gue liat dan gue sadari, banyak pelajaran yang mencoba lebih mendewasakan gue. Untuk semua warga negara ini yang menggunakan KRL setiap hari, entah bagaimana kalian semua bisa bertahan di antara kesesakan yang hampir membunuh itu. Ini hal yang gue pelajari, bahwa hidup sebagai warga negara ini emang ngga mudah. bahwa penanaman tentang keikhlasan dan kesabaran harus jadi kebiasaan dalam diri kita sendiri.
Sore itu, gue harus balik ke bekasi karena urusan gue di kampus udah selesai, karena berangkat naik kereta mau ngga mau pulangnya harus naik kereta juga, karena gue markirin motor di Stasiun Bekasi. Hal yang paling ngga pernah disangka adalah bahwa KRL juga salah satu transportasi darat yang diminati bahkan sangat diminati banyak orang. Jam nya pulang kerja dan untuk semua yang pernah mengalaminya pasti tau apa yang terjadi di jalanan ibukota saat-saat jam seperti ini; iya kemcetan yang amat sangat padat. disetiap jalan banyak orang yang berebut untuk sampai rumah tepat waktu, mereka yang naik angkutan umum harus berdesak-desakan agar juga bisa sampai rumah. yang saat itu terlintas di benak gue adalah: jadi berapa banyak manusia yang hidup di Ibukota ? jika jalanan sudah dipenuhi kendaraan pribadi, busway sudah diantri oleh ratusan mahluk bernama manusia, ternyata KRL pun bernasib sama.
Gue sempet tercengang ngeliat keadaan stasiun saat itu, ada tumpukan ribuan manusia yang antri disana, ada jutaan oramg dengan muka lelahnya masing-masing lagi nunggu angkutan yang siap membawa mereka ke pelukan orang-orang yang mereka sayang. Tapi tahukah kalian? mungkinkah kereta yang ngga mungkin kosong karena udah ngangkut banyak orang itu cukup nampung manusia yang udah nunggu sebanyak ini? Dan apa yang gue takutkan terjadi!
saat kereta datang, smua orang dengan segenap tenaga yang mereka punya mencoba menerobos masuk ke dalam kereta, ngga peduli lagi orang yang ada disekitarnya, bahkan ngga peduli lagi sama tulisan "dahulukan mereka yang mau turun" . keadaan makin kacau, yang mau turun memaksa untuk turun sedangkan yang mau masuk terus menerobos masuk, gue ngga ngerti kenapa semua orang harus berebut kaya gitu, awalnya gue gamau ikut ikutan maksa masuk, tapi akhirnya mau ngga mau gue juga harus berusaha masuk karena dorongan dari sekitar gue, kalo ngga kaya gitu, mungkin gue udah tercampak dan terjepit orang-orang yang udah kalap ini. untungnya, gue masih punya tenaga buat masuk dan ikut berdesakan, dan seperti yang udah gue duga, didalam kereta keadaan ngga jauh lebih baik, smua orang berdiri tanpa pegangan karena memang udah ngga mungkin buat pegangan, bahkan semua orang cuma bisa berdiri sesuai badannya, semua berdesakan, ngga ada sedikit pun ruang lagi buat bergerak. bahkan dapat oksigen pun itu adalah keajaiban menurut gue karena jutaan orang disitu pasti berebut oksigen yang ada. sebenarnya gue muak, pengen jerit karena kaki gue keinjek lah ketendang lah, tapi ngeliat muka-muka lelah orang disekitar gue, gue akhirnya tersenyum gue akhirnya mikir bahwa ini baru pertama kalinya gue ngerasain ini, gimana orang-orang disketiar gue ini, bahkan samapi ada yang bilang, ini mah udah makanan saya setiap hari, ini belum seberapa liat aja nanti disetiap stasiun ada puluhan orang lagi yang maksa masuk. Sumpah! baru kali ini gue ngga yakin sama pendengaran gue sendiri, tapi ternyata.... tiba tiba kereta berhenti, sedetik kemudian pintu kebuka dan... puluhan orang mencoba maksa masuk, gue panik, gue makin kejepit, yang gue pikirin saat itu adalah temen gue, dan orang disebelah gue, gue amsih bisa bertahan, tapi gue ngga yakin sama orang-orang terdekat gue ini. sampe kemudian salah satu ibu-ibu berteriak: Dorong yang mau masuk, jangan kasih tempat buat berdiiri, ini udah sangat sempit mau ditambah kaya apalagi?. gue pengen ketawa, jujur tadinya gue muak banget dan rasanya pengen turun disiitu, meski gue tau dalam keadaan kaya gini gamungkin buat turun. tapi kata-kata ibu tadi bikin pengen ketawa, ibu ini sangat bersemangat. masa gue kalah sama yang tua?
akhirnya disetiap stasiun yang berhenti smua yg depan pintu kereta udah malang pintu, saat pintu kebuka smua orang teriak UDAH GAMUAAAATTTTT. dan gue ngakak,gue ketawa, itu pengalaman pertama dan lucu banget buat gue. bakan temen gue sampe bilang: kenapa muka lo ikhlas banget sih? kenapa kaya ngga terjadi apa-apa sama lu? . gue cuma senyum, gue gataau harus jawab apa, tapi ini cara gue menikmati kesesakan ini.
Ada hal yang tibatiba masuk seenaknya dalam pikiran gue saat gue berada diantara kesesakan yang terjadi dalam KRL ini,
Gimaana kalau salah satu dari kami yang berdesakan, ada mereka wanita yang sedang mengandung malaikat kecil? kita yang sehat wal-afiat dan hanya sendiri saja hampir menyerah. bagaimana jika mereka yang terimpit, terdesak dan terinjak? ya tuhaan... ngga kebayang gimana ibu nya mencoba melindungi bayinya :')
lalu, gimana kalau ternyata ada nenek-nenek lansia yang ikut dalam kereta, yang masih muda aja ngga yakin bisa bertahan, gimana mereka?
One more, Gimaana kalo perempuan akhirnya harus masuk dalam gerbong laki-laki? berdesakan sama laki-laki? bahkan ngga berjarak se sentipun. meski kepepet, tapi, ya Allah ya robb..
Satu permintaan sederhana gue dan mungkin juga permintaan hampir smua pengguna KRL wanita. jangan cuma adain KRL gerbong wanita, tapi adain juga KRL khusus wanita jadi semua KRL isinya wanita. Kenapa? setidaknya wanita akan sangat memperhatikan mereka yang hamil dan lansia. dan gue rasa kalo sesama wanita, maka bagaimanapun berdesakannya akan jauh lebih baik, daripada berada tanpa jarak dengan laki-laki, meskipun kepepet, meskipun mendesak, jika ada cara untuk menghindari hal itu, apa salahnya? mungkin ini juga bisa menekan angka kejahatan seperti pencopetan .
gue denger, dulu pernah ada, tapi entah atas alasan apa ngga diadain lagi.
Usaha untuk memperbaiki transportasi dan pelayanannya sudah sangat baik, jadi ngga ada salahnya kan mengusahakan satu hal ini?
salam sayang
dari Wanita Indonesia.
pecinta Indonesia dan Transportasi Umumnya.
Selasa, 04 Februari 2014
Langganan:
Komentar (Atom)
